Jumat, 01 November 2013

Pelanggaran Etika Bisnis


Pada tahun 2004 PRODUK SUSU NESTLE telah ditarik dari peredaran di sejumlah negara eropa karena mengandung Bakteri Sakazakii yang menyebabkan meningitis, infeksi pembuluh darah atau inflamasi sistem pencernaan yang mematikan bagi bayi maupun orang dewasa. (Published The Lancet 30 Desember 2003, halaman 5, 39).
Industri susu Nasional Indonesia rupanya telah meremehkan masalah dari Bakteri Enterobacter sakazakii yang mencemarkan produk susu formula anak-anak.
Penelitian yang diadakan oleh The Lancet (30 Desember 2003, halaman 5, 39) menunjukan bahwa pencemaran bakteri E. Sakazakii pada susu formula telah menyebar dibeberapa negara. Riset yang dilaksanakan oleh Chantal Kandhai dari Wageningen University di Belanda yang dibiayai oleh Nestle menemukan bahwa delapan dari sembilan pabrik susunya tercemar oleh bakteri E. Sakazakii.
Tidak diketahui bagaimana penyebaran bakteri ini. Bakteri ini sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah dan dapat menyebabkan meningitis, infeksi pembuluh darah atau inflamasi sistem pencernaan yang mematikan bagi bayi maupun orang dewasa. Meningitis menyebabkan kematian pada 33%-80% kasus.
Menurut situs Sciences News Online dari penelitian yang dilakukan di 35 negara ditemukan bahwa tingkat pencemaran bakteri Enterobacter sakazaii ini pada susu formula bayi sebesar 14 persen atau 20 kaleng dari 141 kaleng yang diteliti. Penelitian ini juga lebih lanjut menemukan bahwa bakteri E. Sakazakii ini ditemukan pada debu yang ada dilantai pabrik pembuatan susu formula bayi tersebut padahal pabrik pembuatan susu formula atau makanan apapun menurut standar sudah seharusnya bersih dari semua virus, kuman ataupun bakteri yang berbahaya.
Gejala yang dapat terjadi pada bayi atau anak di antaranya adalah diare, kembung, muntah, demam tinggi, bayi tampak kuning, kesadaran menurun (malas minum, tidak menangis), mendadak biru, sesak hingga kejang. Bayi prematur, berat badan lahir rendah (kurang dari 2.500 gram) dan penderita dengan gangguan kekebalan tubuh adalah individu yang paling berisiko untuk mengalami infeksi ini. Meskipun juga jarang bakteri patogen ini dapat mengakibatkan bakterimeia dan osteomielitis (infeksi tulang)  pada penderita dewasa. Pada penelitian terakhir didapatkan kemampuan 12 jenis strain E. sakazakii untuk bertahan hidup pada suhu 58 derajat celsius dalam pemanasan rehidrasi susu formula.  
Produk susu yang tercemar dari bakteri ini adalah Nestle. Nestle, telah dikecam karena memproduksi susu formula untuk bayi yang mengandung bakteri E. Sakazakii, khususnya untuk produk susu formula yang dipasarkan dinegara berkembang.
Memang berbeda dengan pemerintah kita yaitu lembaga BPOM yang menyatakan bahwa tidak ada satu pun susu formula yang tercemar bakteri Enterobacter Sakazakii di indonesia. Entah apa yang menyebabkan perbedaan tersebut, tapi pesan kami bagi mereka yang ingin lebih berhati-hati dengan susu formula terutama untuk bayi agar menghindari susu yang berasal dari produk SUSU NESTLE.
Lalu pada tahun 2011 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengambilan 96 sampel produk susu formula dari berbagai merek untuk menguji kemungkinan adanya bakteri Enterobacter Sakazaki.
Dalam pengujian sampel tersebut, BPOM tidak menemukan satu pun susu formula (termasuk didalamnya adalah NESTLE) yang terkontaminasi. Pengujian ini dilakukan pada 2008 sampai 2011. Hal itu terungkap saat jumpa pers BPOM di kantor kemkominfo, Kamis (10/2/2011)

 sumber :

Jumat, 11 Oktober 2013

Program CSR ( Company Social Responsibility) pada PT GARUDA INDONESIA






Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia yang berkonsep sebagai full service airline (maskapai dengan pelayanan penuh). Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan 82 armada untuk melayani 33 rute domestik dan 18 rute internasional termasuk Asia (Regional Asia Tenggara, Timur Tengah, China, Jepang dan Korea Selatan), Australia serta Eropa (Belanda).
Saat ini Garuda Indonesia memiliki tiga hub di Indonesia. Pertama adalah hub bisnis yang berada di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kedua adalah hub di daerah pariwisata yang berada di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kemudian untuk meningkatkan frekuensi penerbangan ke bagian timur Indonesia, Garuda Indonesia juga memiliki hub di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
 Manajemen PT Garuda Indonesia juga mempunyai program CSR, yaitu memfokuskan program tanggung jawab sosial atau CSR di berbagai daerah di Indonesia.  Dalam merealisasikan program CSR itu, Garuda Indonesia menggandeng perusahaan penyedia terkemuka mesin jet, komponen dan sistem terpadu untuk penerbangan komersial, militer dan bisnis yakni GE Aviation.
Emirsyah mengatakan bahwa kemana kita terbang selalu ada upaya program CSR yang dananya bersumber dari sekitar lima persen keuntungan perusahaan. Selain CSR juga program bina lingkungan seperti kesehatan, pendidikan, dan penanaman pohon atau penghijauan.


      KESEHATAN

  •         Garuda Indonesia melaksanakan program CSR di Manokwari berupa pengobatan gratis dan seminar kesehatan di Manokwari, Papua Barat pada 6-8 November 2012.Untuk program peduli kesehatan ini, Garuda Sentra Medika dan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia mengirimkan 12 tenaga serta menyalurkan 1,3 ton obat-obatan. 
  •   Di tahun 2012 pula PT Garuda Indonesia melaksanakan program CSR dan fokus pada kesehatan, seperti pembangunan dan perbaikan fasilitas MCK di beberapa kota di Indonesia. 

       LINGKUNGAN

PT Garuda Indonesia Tbk Cabang Kota Padang menyerahkan bantuan pohon sebanyak 8.000 bibit kepada Pemerintah Kabupaten Agam. Program ini bentuk kepedulian PT Garuda Indonesia Tbk terhadap lingkungan, sehingga daerah tersebut terhindar dari bencana alam seperti longsor dan banjir. 

3      PENDIDIKAN
  •           Garuda Indonesia melaksanakan program CSR berupa penyaluran buku daur ulang. Selain itu garuda Indonesia juga menyalurkan 100.000 buku daur ulang ke SD Negeri 28 Maripi, Ds Distrik dan Pondok Pesantren Hidayatullah di Manokwari Selatan.     
  •      Dimulainya pembangunan (groundbreaking) gedung sekolah usia dini, di Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2012. Gedung sekolah yang mulai dibangun itu merupakan bangunan pengganti gedung Taman Kanak-Kanak Islam Zilatul Quran. Bangunan baru itu direncanakan lebih representatif dengan dukungan anggaran sebesar Rp. 200 juta. Selain membangun gedung baru untuk sekolah usia dini itu, juga dilakukan perbaikan fasilitas TK Islam Zilatul Quran itu, agar dapat dipergunakan hingga pembangunan gedung baru dirampungkan.  

4      SOSIAL

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) selama dua hari pada tanggal (7/7/2013) dan pada tanggal (8/7/2013) menggelar kegiatan "Berbagi Sembako" sebagai bentuk kepedulian atas melonjaknya harga sembilan bahan pokok (sembako) akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). 

Sumber :